Assalammualaikum wrb.

Salam pramuka

 Kali ini kami dari DA PRASTIKA akan membahas tentang pramuka, khususnya di sekolah saya sendiri, dari pangkalan Kh.Hasyim Asy'ari dan Nyai Hj.Khatijah...sebelum itu mari kita mengenal dulu apa sih itu Pramuka?



Apa itu PRAMUKA?
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama Organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu pembina pramuka, Andalan pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsaIndonesia.


Tunas kelapa
Baik, Hari ini saya mau Membagikan beberapa Logo-logo atau lambang-lambang yang berada di kepramukaan jadi cuman nampilkan beberapa logo doang, , Oh Ia, saya juga akan kasih tau sedikit informasi tentang logo-logo tersebut.

Gerakan Pramuka
Berikut Penjelasannya, Lambang gerakan pramuka bertumpu pada Gambar Tunas Kelapanya, lambang ini diciptakan oleh bapak "Alm. Sumardjo Atmodipuro", Seorang pembina yang sangat aktif bekerja sebagai Pegawai tinggi departemen pertanian pada masa itu. Lambang ini sah digunakan pada tanggal 14 Agustus 1961. Berikut Penjelasan dan arti dari lambang gerakan pramuka :
    • Tunas buah kelapa digunakan sebagai lambang pramuka karena buah kelapa dalam keadaan tumbuh itu dinamakan "Cikal", dan istilah "Cikal Bakal" di indonesia berarti, Penduduk asli yang pertama yang telah menurunkan generasi baru. Jadi buah kelapa/Nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
    • Buah Kelapa juga dapat bertahan lama dalam keadaan seperti apapun dan bagaimanapun juga, jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah seorang Rohaniah dan jasmani sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam kehidupan ini dan menempuh segala ujian yang diberikan kepada mereka, dan menyelesaikan segala tantangan dalam kehidupan untuk mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
    • Kelapa dapat tumbuh dimana saja, inilah yang membuktikan besarnya dalam upaya menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. jadi melambangkan, bahwa tiap anggota pramuka dapat menyesuaikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
    • Kelapa tumbuh menjulang lurus tinggi keatas dan merupakan salah satu pohon tertinggi yang ada di indonesia, yang melambangkan bahwa tiap anggota pramuka memiliki Cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak mudah terombang-ambingkan oleh sesuatu.
    • Akar kelapa tumbuh kuat dan erat dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan, tekad dan keyakinan pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad yang digunakannya untuk memperkuat dirinya dalam menggapai sebuah cita-cita
    • Kelapa adalah pohon yang serba guna, dari ujung akar hingga ujung daunnya memiliki manfaat. jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membuktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia.
 
WOSM
Sekarang kita mengarah pada Lambang Kepanduan sedunia, yaitu WOSM : World Organization Scout's Of Movement, WOSM adalah organisasi kepanduan dunia yang diluar pemerintahan yang menaungi Organisasi Kepramukaan di Seluruh Dunia, WOSM didirikan pada tahun 1920 yang berpusat di Genewa, Swiss. WOSM didirikan oleh Bapak Pandu Sedunia, yaitu Lord Baden Powell. WOSM memiliki tujuan untuk mendidik kaum muda yang berasas pada "Janji Pramuka" Dan "Hukum Pramuka" sebagai sarana untuk membantu membangun dunia. Berikut penjelasan dari Lambang WOSM :
  • Kompas : Melambangkan sesuatu peringatan agar setiap anggota pramuka dapat dipercaya dalam melakukan sesuatu layaknya sebuah kompas yang selalu menunjukkan arah yang tepat, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
  • Treefoil/Bunga dengan tiga ujung : Yang melambangkan bahwa kepanduan memiliki tiga Janji/Asas, di Indonesia lebih dikenal dengan nama Trisatya.
  • Dua Bintang : Melambangkan Anggota Pandu/Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dalam Menolong dan Ilmu pengetahuan.
  • Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : Melambangkan bahwa setiap pandu diseluruh dunia dapat menjalin persahabatan dan persaudaraan antar sesama dan bermasyarakat.
  • Warna Putih : Melambangkan Anggota Pandu yang berhati Suci dan Bersih.
  • Warna dasar ungu : Bahwa anggota pandu memiliki keterampilan, Kepemimpinan dan suka menolong orang lain
Berikutnya saya akan memberikan informasi dari Beberapa Satuan Karya (SAKA)....
Preview dari beberapa logo Satuan Karya.

 
SAKA KENCANA
 
SAKA WANABAKTI
 
SAKA DIRGANTARA
 
SAKA BAKTI HUSADA
 
SAKA BHAYANGKARA
 
SAKA WIRA KARTIKA
 
SAKA BAHARI

Nah disini saya akan akan menceritakan Pramuka dari pangkalan saya yaitu:

di pangkalan kami yaitu tingkatan penegak dan di penegak sendiri ada dua tingkatan yaitu Penegak BANTARA dan Penegak LAKSANA, namun di pangkalan kami masih tingkat Penegak BANTARA kami masih mencoba mengamalkan dasa Darma untuk meningkatkan kualitas dari setiap diri kami masing-masing untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepannya....
namun saya tidak ingin membahas persoalan itu lebih panjang lagi, saya hanya ingin berbagi ilmu/informasi pramuka di pangkalan saya. Oke, kita mulai dari kepengurusan dan tugasnya...
Gerakan Kepramukaan ialah menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas-tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggung jawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional.

Untuk dapat mengefektifkan pelaksanaan tugas pokok tersebut Gerakan Pramuka menyusun dan menata organisasi gerakan pramuka dari tingkat Nasional, Daerah, Cabang, Ranting, sampai ke Gugusdepan.
1.    Jenjang Organisasi
Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut:
  • Anggota Gerakan Pramuka dihimpun dalam Gugusdepan-gugusdepan yang ada di wilayah Desa atau Kelurahan.
  • Gugusdepan-gugusdepan dihimpun di dalam Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan.
  • Ranting-ranting dihimpun di dalam Cabang yang meliputi suatu wilayah Daerah Tingkat II terdiri dari Kabupaten dan Kota.
  • Cabang-cabang dihimpun di dalam Daerah yang meliputi seluruh Wilayah Republik Indonesia.
  • Di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk Gugusdepan di bawah pembinaan pusat.
2.     Kepengurusan
  • Kepala Negara Rebuplik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana
  • Kwartir adalah pusat pengendali Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh Kwartir yang terdiri atas para Andalan, dengan susunan sebagai berikut:
    • seorang Ketua
    • beberapa Wakil Ketua yang  merangkap sebagai Ketua Komisi
    • seorang      Sekretaris   Jenderal    (di Kwarnas)   atau seorang    sekretaris (di jajaran Kwartir yang lain)
    • beberapa orang anggota
  • Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka (SAKA) setiap Kwartir membentuk Pimpinan SAKA dengan tugas mengusahakan dukungan meteriil dan finasiil untuk program-program SAKA, yang ketuanya adalah ex-officio adalah anggota Kwartir/Andalan.
  • Kwartir menetapkan Andalan Urusan yang dikelompokkan dalam Komisi-komisi yang bertugas mempelancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan Kwartir, yang susunannya terdiri atas: Seorang Ketua, seorang Wakil Ketua, seorang Sekretaris yang dijabat oleh Staf Kwartir.
  • Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (di Kwarnas)/Sekretaris ( di jajaran Kwartir yang lain).
  • Kwartir Harian
Apabila diperlukan masing-masing jajaran Kwartir dapat membentuk badan Kwartir Harian untuk melaksanakan tugas sehari-hari, yang terdiri atas:
  • Seorang Ketua, yang   dijabat oleh   salah  seorang Wakil Ketua Kwartir
  • Seorang   Sekretaris, yang   dijabat oleh Sekretaris                  (di Kwarnas)/Sekretaris (dijajaran Kwartir yang lain)
  • Beberapa anggota
  • Seorang Wakil sekretaris, yang   dijabat  oleh   deputi sekretaris Jenderal  (di Kwarnas)/Kepala  Sekretaris   Kwartir  (di Kwartir jajaran lainnya)
  • Seorang Pembantu Sekretaris, yang dijabat oleh Staf Kwartir
3.    Satuan Karya Pramuka (SAKA), Dewan Kerja, Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT)
  • Satuan Karya Pramuka (SAKA) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan  minat, menggembangkan bakat, meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai kejuruan .
  • Dewan Kerja adalah, badan kelengkapan Kwartir berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan dan bertugas membantu Kwartir untuk mengelola Pramuka Penegak dan Pandega, berkedudukan di Kwarnas (DKN), Kwarda (DKN), di Kwarcab (DKC),  dan Kwarran (DKR).
  • Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLATNAS), merupakan wadah pembinaan Anggota Dewasa, berkedudukan di Kwarnas (PUSDIKLATNAS), di Kwarda (PUSDIKLATDA), di Kwarcab (PUSDIKLATCAB).
4.    Majelis Pembimbing
Majelis Pembimbing (MABI) adalah badan yang bertugas memberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moril, organisatoris, materiil, dan finansiil.
5.    Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka
  • Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (LPK) adalah wadah independen yang dibentuk oleh Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah.
  • LPK Gerakan Pramuka bertugas untuk melakukan audit keuangan Gerakan pramuka dan menyampaikan hasil audit tersebut kepada Musyawarah.
  • Ketua LPK Gerakan Pramuka dipilih oleh Musyawarah Gerakan Pramuka.
  • LPK Gerakan Pramuka dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Akuntan Publik.
  • Masa bakti LPK Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti Kwartir atau Gugusdepan.
6.    Musyawarah
a.    Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka.
b.    Acara pokok Musyawarah:
  • pertanggungjawaban Kwartir selama masa baktinya, termasuk pertanggungjawaban keuangan.
  • menetapkan Rencana Kerja.
  • menetapkan kepengurusan Kwartir untuk masa bakti berikutnya.
  • menetapkan Ketua BPK Gerakan Pramuka.
c.    Pimpinan Musyawarah adalah Presedium yang dipilih oleh musyawarah.
d.    Pelaksanaan Musyawarah:
  • Kwartir Nasional melaksanakan MUNAS dalam 5 tahun sekali
  • Kwartir Daerah melaksanakan MUNAS dalam 5 tahun sekali
  • Kwartir Cabang melaksanakan MUCAB dalam 5 tahun sekali
  • Kwartir Ranting melaksanakan MUSRAN dalam 3 tahun sekali
  • Gugusdepan  melaksanakan MUGUS dalam 3 tahun sekali
e.    Jika terdapat hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak maka diantara dua waktu musyawarah dapat diadakan Musyawarah Luar Biasa.
f.    Untuk detailnya dalam hal Musyawarah, Rapat Kerja dan Referandum dapat dipelajari pada ART Bab IX, Pasal 63 s.d Pasal 103 (Kep.Ka.Kwarnas Nomor 203 Tahun 2009)
7.    Dewan Kehormatan
Dewan Kehormatan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Gugusdepan atau Kwartir sebagai badan yang menetapkan promosi dan sangsi dengan tugas:
  • Menilai sikap dan perilaku Anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan pramuka atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka.
  • Menilai sikap, perilaku, dan jiwa seseorang, yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
    • Dewan Kehormatan kwartir diusahakan terdiri atas:
                    Anggota MABI, Andalan, Anggota Kehormatan, Anggota Dewan Kerja.
    • Dewan Kehormatan Gugusdepan, terdiri dari:
                    Anggota MABIGUS, Pembina gugusdepan, Pembina Satuan, Unsur Peserta didik.
nah, itu dia tugas dan wewenang dari masing-masing strukturnya....
beruikut saya tampilkn beberapa foto dari pangkalan saja untuk sekedar refresh saja.....
   



nah itu merupakan foto-foto sebagian dari kegiatan kami, sekian dulu...silahkan berikan masukan utuk website ini supaya kedepannya lebih baik lagi, terima kasih telah mengunjungi website ini.....
Salam pramuka

wassalammualaikum....

Pengertian Organisasi Siswa Intra Sekolah




Assalamu'alaiqum Wr. Wb.
hay guys di sini dan di hari ke 4 saya PRAKERIN ini saya akan menjelaskan tentang OSIS.. Bagi kalian yang ingin tahu apa sih itu OSIS,.  silakan langsung saja di baca...

Apa sih OSIS itu?


OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa.
Sebagai satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan yang selaras dengan visi misi sekolah maka organisasi ini bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.Karena OSIS sendiri merupakan wadah organisasi siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas 2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama Islam, peringatan Hari Besar Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan Hari Jadi Sekolah, Masa Orientasi Siswa baru, latihan pidato, senam bersama, penerbitan mading dan lain-lain. Dalam pengertian bahwa kegiatan tersebut sudah dijadwalkan terlebih dahulu dan bersifat rutin diadakan, entah tiap tahun, tiap bulan atau tiap minggu.
Sedangkan kegiatan insidentil adalah berupa kegiatan yang sifatnya tidak rutin hanya sesekali diadakan sesuai dengan aspirasi yang berkembang atau disebabkan adanya instruksi dari pihak sekolah. Contoh kegiatan insidentil adalah pelaksanaan seminar anti narkoba, pelatihan pengolahan limbah sampah organik, mengikuti lomba yang diadakan di luar sekolah, mengirimkan utusan dalam sebuah kegiatan seni atau agama dan lain-lain.


  1. Secara Sematis
Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1993 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS.Kepanjangan OSIS terdiri dari, organisasi, siswa, intra, sekolah. Masing-masing mempunyai pengertian:
  • Organisasi Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
  • Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • Intra, adalah berarti terletak didalam dan di antara. Sehingga OSIS berarti suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
  • Sekolah, adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan bersinambungan.

  1. Secara Organisasi
OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian / alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
  1. Secara fungsional
Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaa, di sampig ketiga jalur yang lain yaitu : Latihan Kepemimpinan, Ekstrakurikuler dan Wawasan Wiyatamandala.
  1. Secara Sistem         
Apabila OSIS dipandang suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya mencitapakan suatu organisasi yang mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok:
  • a. berorientasi pada tujuan.
  • b. memiliki susunan kehidupan kelompok
  • c. memiliki sejumlah peranan.
  • d. terkoordinasi dan
  • e. berkelanjutan dalam waktu tertentu.
Adapun struktur OSIS dan tugasnya :



  • Kepala Sekolah : sebagai Ketua
  • Wakil Kepala Sekolah : sebagai Wakil Ketua
  • Pembina OSIS :
    • Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan OSIS di sekolahnya.
    • Memberikan nasihat kepada perwakilan kelas dan pengurus;
    • Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;
    • Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;
    • Mengarahkan penyusunan Anggaran Rumah Tangga dan program kerja OSIS
    • Menghadiri rapat-rapat OSIS
    • Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas OSIS
  • Ketua OSIS :
    • Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana
    • Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
    • Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan
    • Memimpin rapat
    • Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
    • Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan
  • Wakil Ketua OSIS :
    • Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan
    • Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
    • Menggantikan ketua jika berhalangan
    • Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya
    • Bertanggung jawab kepada ketua
    • Wakil ketua bersama dengan wakil sekretaris mengkoordinasikan seksi-seksi
  • Sekretaris :
    • Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
    • Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat
    • Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan
    • Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
    • Bersama ketua menandatangani setiap surat
    • Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi
    • Bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris
  • Wakil Sekretaris :
    • Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris
    • Menggantikan sekretaris jika sekretaris berhalangan
    • Wakil sekretaris membantu wakil ketua mengkoordinir seksi-seksi
  • Bendahara dan Wakil Bendahara :
    • Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan pengeluaran uang/biaya yang diperlukan
    • Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan pengeluaran uang untu pertanggung jawaban
    • Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan
    • Menyampaikan laporan keuangan secara berkala
  • Tugas Untuk Ketua Masing – masing Seksi :
    • Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggung jawabnya
    • Melaksanakan kegiatan seksi yang diprogramkan
    • Memimpin rapat seksi
    • Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
    • Menyampaikan laporan, pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada Ketua melalui Koordinator..


mungkin itu dulu semoga bermanfaat,.. trimakasih..

Wassalamu'alaiqum Wr. Wb.

Selangkah Menuju MikroTik Academy

www.smktikwt.sch.id - MikroTik merupakan salah satu produsen perangkat jaringan komputer dan komunikasi yang banyak digunakan perusahaan telekomunikasi skala internasional saat ini. Sedangkan MikroTik Academy merupakan program yang disiapkan untuk jalur pendidikan, yaitu Politeknik/ universitas/ sekolah kejuruan dan sejenisnya untuk mempelajari MikroTik.

Kelas MikroTik akan banyak menggunakan LAB-Komputer layaknya Pelatihan Sertifikasi MikroTik dan akan terdapat Ujian untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang di miliki siswa. Salah satu persyaratan untuk sekolah menjadi MikroTik Academy adalah salah satu (boleh lebih) guru yang mengajar mempunyai sertifikat MTCNA dan salah satu level advance (MTCRE / MTCWE / MTCTCE / MTCUME) dengan minimal perolehan nilai kedua exam tersebut 75%. Nantinya guru akan memperoleh sertifikat Academy Trainer dan wajib menyelenggarakan training dan exam/sertifikasi MTCNA bagi siswa-siswinya.

Selasa-Selasa, 10-17 Januari 2017 ID-Networkers (IDN Foundation) mengadakan Training Networking angkatan 12 gratis bagi guru TKJ seluruh Indonesia. Training yang dilaksanakan di SMK Madinatul Qur'an, IDN, Jonggol, Bogor, Jawa Barat ini diikuti oleh setidaknya 32 Guru TKJ dari seluruh penjuru nusantara dari 63 kuota yang tersedia. Tentunya sangat disayangkan bagi sekolah yang sudah mendaftar tapi tidak mengikuti training ini. 

Ada banyak materi pelatihan yang disampaikan pada training tersebut, antara lain Cisco CCNA (Cisco Certified Network Acossiate, 2 hari), MikroTik MTCNA (MikroTik Certified Network Associate, 3 hari, disertai exam), dan MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer, 2 hari, disertai exam), serta NMS (Network Management System). Pengajar training merupakan siswa-siswa SMK IDN yang sebagian besar telah mendapatkan sertifikat MTCNA dan MTCRE. Kemampuan mereka jauh di atas kami yang notabene adalah guru Teknik Komputer dan Jaringan di sekolah kami masing-masing. 

Saya sendiri hadir mengikuti training mewakili SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten, Cilacap. Materi dan kegiatan kami hari per hari selama pelatihan dapat dibaca di laman wiki.smktikwt.sch.id

Selama proses training ini, ada banyak sekali kesan yang saya dapatkan. Antara lain tentang paradigma dunia Teknik Komputer dan Jaringan itu sendiri, kurikulum, dan metode pembelajaran yang digunakan. Siswa-siswi SMK IDN selama satu semester hanya ada 3 (tiga) mata pelajaran, yaitu Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, dan Kejuruan. Bagaimana dengan mata pelajaran lain seperti sejarah, matematika, dll? Mata pelajaran itu hanya dipelajari/diajarkan seminggu sebelum ujian tengah/akhir semester. Dan itu terbukti efektif mencetak siswa-siswi yang berkualitas sesuai kompetensi merka masing-masing. 

Lalu apakah sekolah-sekolah lain harus menggunakan kurikulum yang sama dengan SMK IDN? Tentunya tidak sesederhana itu. Sekolah lain dapat mengadopsi kurikulum IDN secara bertahap, langkah awalnya misalnya, dengan mengurangi atau menghilangkan tugas-tugas mata pelajaran non produktif bagi siswa. 

Seperti yang diungkapkan oleh Sumaryo, peserta training dari SMK Negeri 2 Kota Bekasi. Menurut Sumaryo, sekolah (baca guru-gurunya) dapat mengubah mindset bagi guru-guru bukan produktif untuk mengurangi tugas untuk siswa-siswinya. "Dengan fokus belajar TKJ, siswa akan lebih expert di perusahaan, atau untuk masa depannya, siswa itu akan lebih ahli," ungkapnya. 

Berbicara tentang kesan, mengikuti training Networking Guru TKJ di IDN ini salah seorang peserta bernama Nurnaning Tiastuti dari SMK PGRI 1 Blitar mengungkapkan bahwa banyak hal positif yang didapat. "Yang paling dasar tempatnya membawa berkah, yang dari training seneng banget dapat saudara dari berbagai pulau di Indonesia," ungkap ibu yang akrab dipanggil Aning ini.

"Pengenalan MikroTik sama Cisco tambah mantap lah, kalau dulu berangkat ke sana itu hanya dasarnya, kalau sekarang rasa penasaran config yang digunakan perusahaan besar jadi terjawab," ungkapnya. 

Terkait dengan MikroTik Academy, SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten, saya sendiri harus mengulang exam (baca: ujian sertifikasi) MTCRE karena pada exam sebelumnya skor saya masih di bawah 75%. Dan Insya Alloh akan mengulang MTCRE dalam sebulan ke-depan. 

"Kebanyakan orang bekerja, mereka bekerja dengan keras. Tiga puluh lima tahun kerja keras itu melelahkan. Kita  memilih belajar dengan keras, sehingga nanti kerjanya nyante. Lebih baik kita belajar 2-3 tahun dengan keras daripada kerja keras selama puluhan tahun," begitu kira-kira pak Dedi Gunawan memotivasi kami para peserta. 

Jadi, apakah Anda akan Belajar Keras atau Kerja Keras?

Penyelarasan Kurikulum dengan Gedhe Foundation

Ada 5 orang siswa dari SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten, antara lain Aris Junaedi, Firman, Ficky Wahyu A., Ilham Fauzi, Jeri Hasto Kuncoro, yang akan mengikuti Prakerin di Gedhe Foundation Purwokerto. Prakerin akan dimulai pada Senin, 26 Desember 2016 hingga Sabtu, 25 Februari 2017. Berdasarkan informasi dari direktur Gedhe Foundation bahwa libur akhir tahun berlangsung mulai 24 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017, maka Praktek Kerja Industri akan efektif dimulai pada 2 Januari 2017 mendatang.

Pada dasarnya siswa-siswi yang mengikuti praktik kerja industri (prakerin) akan mengikuti materi apa saja yang ada di dunia industri (selama itu positif). Namun, untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan di sekolah (dalam hal ini SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten, Cilacap) dengan dunia industri (dalam hal ini Gedhe Foundation Purwokerto) berikut saya tuliskan materi pelajaran yang di sekolah :

  • Merakit Personal Computer
    • Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
    • Melakukan instalasi komponen PC
    • Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen melalui sistem operasi).
    • Memeriksa Hasil Perakitan PC dan pemasangan periferal.
  • Instalasi Jaringan LAN
    • Siswa mampu melakukan teknik pengkabelan
    • Siswa mampu mendesain dan membuat jaringan Lokal Area Network
    • Siswa mampu melakukan troubleshooting ketika terjadi kendala jaringan tidak terhubung (down)
  • Administrai Server dalam Jaringan
    • Siswa mampu melakukan instalasi (sistem operasi) server
    • Siswa mampu membangun dan mengonfigurasi aplikasi server
    • Siswa mampu melakukan prosedur backup dan restore data di server
    • Melakukan perbaikan dan perawatan server
  • Sistem Operasi Dasar (GUI & CLI)
    • Melaksanakan instalasi software sesuai panduan instalasi
    • Siswa dapat menggunakan sistem operasi Linux untuk kegiatan komputasi sehari-hari
  • Membuat Desain Sistem Keamanan Jaringan
    • Siswa mampu memahami jenis-jenis keamanan jaringan
    • Memasang firewall / perangkat keras/lunak keamanan jaringan
  • Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas (Wide Area Network)
    • Siswa mampu melakukan instalasi sistem operasi jaringan (misalnya MikroTik, OpenWrt, dll)
    • Mengonfigurasi MikroTik untuk jaringan hotspot
Tidak semua mata pelajaran dapat saya tuliskan di sini karena keterbatasan pengetahuan saya. Alangkah lebih baik bila meskipun apa yang dipelajari siswa selama prakerin tidak ada di mata pelajaran sekolah, namun itu sangat diperlukan di dunia industri. Harapan saya, siswa dapat mengikuti kegiatan Prakerin di Gedhe Foundation dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sesuai minat dan bakat siswa.

Demikian informasi yang dapat saya tuliskan, harap maklum.

Samsul Ma'arif
Pembimbing prakerin

Catatan asli : http://wiki.samsul.web.id/smk/Prakerin/Penyelarasan.Kurikulum.Gedhe.Foundation

Featured Posts